Waspada Terhadap Virus Nipah di Indonesia!

Berlima.id – Akhir-akhir ini lagi rame banget berita soal virus Nipah di Indonesia di media online dan TV. CNN juga ikut ngelaporkan, loh! Mereka bilang Direktur Jenderal Dewan Penelitian Medis nyebutin kalau jumlah orang yang meninggal gara-gara virus Nipah itu jauh lebih tinggi dari pandemi COVID-19. Katanya, angka kematian COVID-19 cuma sekitar 2-3 persen, tapi buat virus Nipah, tingkat kematiannya bisa sampe 40-70 persen.

Ada kabar dari negara bagian Kerala di India selatan nih. Mereka lagi sibuk ngecek dan nyari kontak-kontak orang setelah dua kasus kematian yang di duga terkait virus Nipah. Semua kasusnya terjadi di Distrik Kozhikode di bagian utara Kerala. Ada satu kasus bulan ini dan yang satunya lagi pada tanggal 30 Agustus. Karena itu, beberapa sekolah dan kantor di daerah yang kena dampak udah di tutup sementara. Nah, pertanyaan yang sering muncul sekarang, sebenarnya seberapa berbahaya virus ini dan apa gejalanya?

Apa itu Virus Nipah?

Penyakit zoonotik yang baru muncul, disebabkan oleh virus Nipah yang masuk dalam kelompok Henipavirus dan termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae. Penyakit ini bisa menular dari hewan, entah itu hewan liar atau peliharaan, dan kelelawar buah yang termasuk dalam keluarga Pteropodidae adalah inang alaminya.

Virus ini juga bisa menyebar melalui makanan yang terkontaminasi atau kontak dengan individu yang terinfeksi. Wabahnya nyaris tiap tahun muncul di beberapa negara di Asia, terutama di Bangladesh dan India.

Dulu, infeksi sering terjadi melalui konsumsi buah-buahan atau produk buah tertentu, seperti jus kurma mentah, yang terkontaminasi oleh air seni atau air liur kelelawar buah yang terinfeksi. Virus Nipah juga termasuk dalam daftar penyakit yang di prioritaskan untuk penelitian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bersama dengan penyakit seperti Ebola, Zika, dan Covid-19, karena potensi penyebarannya yang bisa mencapai tingkat epidemi global.

Apa Gejala Virus Nipah?

Seseorang yang terjangkit virus Nipah dapat menunjukkan beragam gejala. Mulai dari tidak ada gejala sama sekali (asimptomatis), gejala ringan atau parah seperti infeksi saluran napas akut (ISPA), hingga kondisi ensefalitis yang berpotensi fatal.

Biasanya, orang yang terinfeksi akan mengalami gejala awal seperti demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah, dan nyeri tenggorokan. Gejala ini kemudian bisa di ikuti oleh pusing, rasa kantuk berlebihan, penurunan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis lain yang mengindikasikan adanya ensefalitis akut. Beberapa individu juga dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang serius. Pada kasus yang parah, ensefalitis dan serangan kejang dapat terjadi, bahkan berpotensi mengakibatkan koma dalam waktu 24-48 jam hingga akhirnya berujung pada kematian.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Gejala Virus ini?

Jika kamu mengalami gejala yang terkait dengan penyakit virus Nipah dan mungkin telah terpapar dengan hewan atau individu yang terinfeksi, segera periksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan terdekat, seperti puskesmas. Dokter atau profesional kesehatan akan melakukan evaluasi klinis dan uji laboratorium untuk memastikan diagnosis.

Apabila kamu di nyatakan terjangkit penyakit virus Nipah, dokter atau tenaga medis akan menentukan jenis perawatan yang di butuhkan. Saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk penyakit virus Nipah, jadi perawatan yang diberikan bersifat suportif dan ditujukan untuk meredakan gejala yang di alami, seperti masalah pernapasan dan komplikasi neurologis.

Bagaimana Keadaan Virus Nipah di Indonesia?

Sampai saat ini, belum ada laporan kasus penyakit virus Nipah yang di konfirmasi pada manusia di Indonesia. Meskipun begitu, beberapa penelitian dan publikasi telah menemukan keberadaan virus Nipah pada kelelawar buah (dari genus Pteropus) di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Akhir Kata

Demikian sekilas info mengenai virus Nipah di Indonesia. Wajib bagi kalian mengetahui dan waspada terhadap virus Nipah ini. Hal itu di karenakan untuk mengantisipasi supaya tidak terinfeksi. Jika mengalami gejala serupa kalian bisa langsung ke rumah sakit terdekat. Terimakasih telah membaca semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi kalian semua.

Tinggalkan komentar